Kamis, 29 Maret 2012

Menangani Kemarahan


Dimarahi teman? Guru? Orang Tua? Tentu tidak menyenangkan. Sering, hal ini malah membuatmu ingin balas marah. Para remaja memang cenderung labil dalam segi emosi. Jadi, kalau kamu bisa menangani emosi dengan baik, artinya sudah sangat luar biasa di usia ini.

Inilah yang harus kamu lakukan bila kena marah:
1. Jangan terpancing emosi, hadapi dengan tenang.
2. Biarkan dia menumpahkan dulu seluruh unek-uneknya, sampai amarahnya reda. Jangan menyela karena akan membuat dia semakin marah.
3. Simak, apasih yang bikin dia marah? Dengan baik-baik, tunjukkan pandangan ke arahnya, anggukan kepala merupakan tanda bahwa kamu benar-benar memperhatikannya.
4. Kalau memang kemarahannya beralasan, kamu harus menerima dengan lapang dada, dan minta maaf dengan tulus. Kalau dia guru atau orang tua, mintalah maaf dengan mencium tangannya. Itu akan meluluhkan hatinya.
5. Lain kali sebaiknya lebih bijak bertindak, jangan berusaha memancing kemarahan orang lain.



Bila giliran kamu yang merasa marah karena perilaku orang lain, inilah cara mengatasinya:
1. Pikirkan dulu, apa pantas kamu marah? Adakah alasannya? Kalau beralasan sih tidak apa-apa marah.
2. Meski hati panas, usahakan kepala tetap dingin. Jangan asal marah-marah. Sebelum bicara, tarik napas dalam-dalam. Katakan pada dirimu “oke aku harus tenang”. Bisa juga dengan terlebih dulu menumpahkan kemarahan lewat hal-hal lain, misalnya mencoret coret di diari, berteriak di kamar mandi, wudhu dan shalat, atau hal apapun yang dapat membuat emosimu keluar dan pada saatnya bertemu orang yang bikin kamu marah, kamu akan menjadi lebih tenang.
3. Cari tempat yang tepat untuk marah, usahakan di tempat tertutup. Cara ini untuk menjaga citra diri kamu dan dirinya.
4. Bicaralah baik-baik. Gunakan kata “saya/aku/gue” daripada “Anda/kamu/lo”. Misalnya: “aku merasa marah/kecewa” bukan “kamu dasar brengsek”.
5. Kalau dia balik marah, biarkan saja. Mungkin dia merasa malu telah berbuat salah.
6. Tak perlu terburu-buru menyuruh minta maaf. Yang penting masalahnya sudah kamu sampaikan. Beri waktu buat dia merenungkan perbuatannya.

Sekian dulu ya guys tentang tips menangani kemarahan, so semoga bermanfaat untuk kita semua ^_^




Daftar Pustaka:
Uno, Mien R., (2010). Buku Pintar Etiket Untuk Remaja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.